Inews Kuala Pembuang – Banjir musiman kembali melanda wilayah Kabupaten Katingan, khususnya di Kecamatan Katingan Tengah, Kalimantan Tengah. Kondisi ini mendapat perhatian serius dari Bupati Katingan, Sakariyas Saiful, yang langsung memerintahkan jajarannya untuk segera menyalurkan bantuan kepada warga terdampak.
Puluhan Rumah Terendam, Aktivitas Warga Terganggu
Hujan deras yang mengguyur wilayah hulu Katingan dalam beberapa hari terakhir membuat debit air sungai meningkat drastis. Akibatnya, sejumlah desa di Kecamatan Katingan Tengah terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 80 sentimeter.
Banjir tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga mengganggu aktivitas perekonomian dan pendidikan. Beberapa sekolah terpaksa meliburkan siswanya, sementara akses transportasi darat di beberapa titik sulit dilalui kendaraan.
Instruksi Bupati: Fokus Evakuasi dan Bantuan Darurat
Menanggapi laporan banjir tersebut, Bupati Saiful menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Sosial dan instansi terkait untuk bergerak cepat. Fokus utama diarahkan pada evakuasi warga rentan, seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil, serta penyaluran bantuan darurat.
“Saya minta seluruh jajaran pemerintah daerah bergerak cepat. Pastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, mulai dari makanan, air bersih, hingga layanan kesehatan,” tegas Saiful.

Baca juga: Prabowo tunjuk Yusril jadi Ketua Komite Nasional TPPU
Dapur Umum dan Posko Kesehatan Disiapkan
BPBD Katingan bersama TNI dan Polri mendirikan dapur umum di titik-titik terdampak banjir. Posko kesehatan juga disiagakan untuk mengantisipasi penyakit yang biasanya muncul saat banjir, seperti diare, ISPA, dan penyakit kulit.
“Kami sudah menyalurkan bantuan berupa beras, mie instan, obat-obatan, serta selimut. Saat ini fokus kami juga pada layanan kesehatan karena kondisi cuaca masih sulit diprediksi,” ujar Kepala BPBD Katingan.
Warga Diminta Waspada Potensi Banjir Susulan
Bupati Saiful juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan masih tinggi dan aliran sungai Katingan berpotensi kembali meluap. Ia meminta agar warga mengutamakan keselamatan diri serta tidak memaksakan diri beraktivitas di lokasi yang berisiko.
“Kami minta masyarakat tetap berkoordinasi dengan aparat desa dan tim penanggulangan bencana. Keselamatan adalah yang utama,” imbuhnya.
Jangka Panjang: Perlu Penanganan Lebih Serius
Selain langkah darurat, Pemkab Katingan juga berkomitmen mencari solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir musiman. Salah satunya dengan rencana normalisasi aliran sungai, pembangunan tanggul di titik rawan, serta program penghijauan untuk mengurangi dampak erosi.
“Banjir musiman ini masalah klasik yang harus ditangani secara serius. Ke depan, kami akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pusat agar ada dukungan lebih besar,” kata Bupati Saiful.















