Inews Kuala Pembuang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama TNI, BNPB, dan sejumlah lembaga terkait resmi menggelar operasi Modifikasi Cuaca (Weather Modification Operation/WMO) di tiga posko utama untuk menangani banjir yang melanda berbagai wilayah di Sumatera. Operasi ini dilakukan sebagai langkah cepat pemerintah dalam meminimalkan curah hujan ekstrem yang terus memperparah kondisi banjir.
Tiga Posko Strategis Disiapkan di Wilayah Terdampak
Kepala BMKG mengungkapkan bahwa tiga posko modifikasi cuaca telah didirikan di provinsi yang mengalami dampak paling parah, yakni:
-
Sumatera Barat
-
Sumatera Utara
-
Riau
Ketiga posko tersebut menjadi pusat pengendalian operasi penyemaian garam (NaCl) di udara untuk mengurangi potensi hujan di daerah-daerah rawan banjir.
“Pemilihan lokasi posko didasarkan pada analisis dinamika atmosfer dan kondisi badai yang sedang aktif memicu hujan lebat di Sumatera,” jelas Kepala BMKG.
Teknik Penyemaian Awan untuk Tekan Curah Hujan
Modifikasi cuaca dilakukan dengan cara menaburkan bahan semai menggunakan pesawat khusus ke awan-awan potensial hujan. Penaburan dilakukan pada fase awal pembentukan awan agar hujan turun lebih cepat dan tidak menumpuk di wilayah yang sudah banjir.
Tim operasi bekerja menggunakan pesawat dari TNI AU dan BPPT, yang terbang dalam beberapa sortie setiap hari berdasarkan perkembangan cuaca.
“Dengan penyemaian garam, kami mengalihkan awan potensial ke titik-titik yang lebih aman, sehingga intensitas hujan di wilayah terdampak bisa ditekan,” ujar seorang teknisi lapangan.

Baca juga: DKI distribusikan bantuan bagi warga Sumut, Sumbar dan Aceh
Respons Cepat Hadapi Banjir Meluas
Sejumlah wilayah Sumatera dalam beberapa pekan terakhir dilanda hujan deras yang menyebabkan banjir, longsor, hingga kerusakan infrastruktur. Ribuan warga terpaksa mengungsi, dan pemerintah daerah kewalahan menghadapi tingginya curah hujan.
Melihat kondisi tersebut, BMKG mempercepat koordinasi operasi modifikasi cuaca untuk mencegah siklus hujan ekstrem yang terus terjadi akibat dinamika atmosfer dan potensi La Niña lokal.
BNPB juga memastikan logistik untuk penyemaian awan mencukupi, dan operasi dapat berlangsung secara intensif hingga kondisi cuaca membaik.
Dukungan Pemerintah Daerah dan Penguatan Mitigasi
Gubernur di tiga provinsi yang menjadi lokasi posko menyambut baik langkah cepat BMKG. Mereka menilai operasi modifikasi cuaca dapat membantu menurunkan hujan secara signifikan sehingga proses normalisasi sungai dan evakuasi warga bisa berjalan lebih efektif.
Pemprov berkomitmen mendukung penuh logistik, akses bandara, hingga titik koordinasi darat agar operasi dapat berjalan tanpa hambatan.
Di sisi lain, BMKG mengimbau pemerintah daerah tetap meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat mitigasi jangka panjang, seperti rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS), normalisasi drainase, dan pencegahan pembukaan lahan secara masif.
Masyarakat Diminta Tetap Waspada
Meski operasi modifikasi cuaca sedang berlangsung, BMKG menegaskan bahwa sebagian wilayah Sumatera masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat dalam beberapa hari ke depan. Warga diminta tetap waspada, terutama yang tinggal di bantaran sungai, daerah rawan longsor, dan wilayah rendah.
“Operasi ini bukan menghentikan hujan sepenuhnya, tetapi mengurangi intensitasnya agar tidak menimbulkan dampak lebih besar,” ujar BMKG dalam keterangan resmi.















