Inews Kuala Pembuang – Gunung Marapi kembali erupsi pada Selasa, memuntahkan abu vulkanik yang tersebar ke sejumlah wilayah di Kabupaten Agam. Erupsi yang terjadi pada pagi hari tersebut menyebabkan langit di beberapa kecamatan tampak gelap dan jarak pandang menurun.
Kolom Abu Mencapai Beberapa Kilometer
Berdasarkan laporan sementara dari pos pengamatan Gunung Marapi, kolom abu teramati membumbung tinggi dari kawah utama. Arah sebaran abu bergerak ke barat dan barat laut, sehingga langsung berdampak pada permukiman warga di lereng barat gunung.
Abu tipis hingga tebal dilaporkan turun di Kecamatan Ampek Angkek, Canduang, Sungai Pua, dan sebagian Banuhampu. Beberapa pengguna jalan mengaku harus mengurangi kecepatan karena jarak pandang sempat tinggal sekitar 50–100 meter.
Aktivitas Masyarakat Terganggu
Hujan abu membuat warga terpaksa menggunakan masker dan penutup kepala untuk beraktivitas di luar rumah. Sejumlah sekolah juga mengimbau siswa untuk tetap berada di dalam kelas, sementara sebagian lainnya memilih meliburkan kegiatan luar ruangan.
Para pedagang di pasar tradisional tampak membersihkan tumpukan abu yang menempel di lapak dan barang dagangan. Sementara itu, kendaraan bermotor yang melintas terlihat diselimuti abu tipis.

Baca juga: BMKG operasi modifikasi cuaca di 3 posko tangani banjir Sumatera
BPBD Imbau Warga Gunakan Masker
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam langsung bergerak menyalurkan masker kepada warga terdampak. Tim juga melakukan pemantauan ke wilayah yang terdampak cukup parah.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak dan tetap menggunakan masker untuk mencegah iritasi pernapasan,” ujar pejabat BPBD Agam.
BPBD juga meminta warga tetap mengikuti informasi resmi dari PVMBG terkait perkembangan aktivitas Gunung Marapi.
Status Gunung Marapi Masih Waspada
Hingga berita ini diturunkan, status Gunung Marapi dilaporkan masih berada pada Level II (Waspada). Masyarakat dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas dalam radius 3 km dari kawah.
Petugas menegaskan bahwa Marapi merupakan salah satu gunung paling aktif di Sumbar, sehingga potensi erupsi susulan tetap ada. Warga diminta tidak terpancing informasi yang tidak jelas sumbernya.
Warga Harap Erupsi Tidak Berlanjut
Sejumlah warga mengaku khawatir jika erupsi terus berulang seperti sebelumnya. Namun demikian, mereka berharap kondisi segera membaik dan aktivitas bisa kembali normal.
“Kami sudah terbiasa, tapi tetap saja cemas. Yang penting pemerintah cepat turun tangan,” ujar salah seorang warga Sungai Pua.















