Inews Kuala Pembuang – Warga Desa Rantau Pulut digegerkan dengan penemuan seorang pria yang diduga menjadi korban pembunuhan pada Jumat (12/9/2025) dini hari. Penemuan tersebut sontak membuat heboh masyarakat setempat dan kini tengah dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Ditemukan Warga Saat Pagi Hari
Menurut keterangan warga, jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang petani yang hendak menuju kebun sekitar pukul 05.30 WITA. Saat melintas di jalan setapak dekat area persawahan, ia melihat tubuh seorang pria dalam kondisi tergeletak.
“Saya kaget sekali, awalnya saya kira orang pingsan. Tapi setelah saya dekati, ternyata sudah tidak bernyawa,” ungkap Sarman (45), saksi yang menemukan korban pertama kali.
Kondisi Korban Saat Ditemukan
Korban ditemukan dengan luka cukup parah di bagian kepala dan beberapa bagian tubuh lainnya. Dugaan sementara, korban mengalami kekerasan fisik sebelum meninggal. Warga yang panik langsung melaporkan temuan tersebut ke perangkat desa dan aparat kepolisian.
Tak berselang lama, petugas Polsek setempat bersama tim Inafis Polres Kapuas datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Garis polisi pun dipasang untuk mengamankan area.

Baca juga: BGN setop sementara MBG di Bandung Barat pasca-ratusan siswa keracunan
Identitas Korban dan Dugaan Motif
Berdasarkan informasi sementara, korban diketahui bernama Husni (37), warga Rantau Pulut yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian. Hingga kini, polisi masih menyelidiki motif di balik dugaan pembunuhan tersebut.
“Kami masih melakukan pemeriksaan awal dan mengumpulkan barang bukti. Dugaan sementara mengarah pada tindak pidana kekerasan, namun kami perlu menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban,” ujar Kapolsek Kapuas Tengah, Iptu Budi Santoso.
Respon Warga: Rasa Cemas dan Takut
Peristiwa ini menimbulkan kecemasan di kalangan masyarakat Desa Rantau Pulut. Sejumlah warga mengaku khawatir karena kasus dugaan pembunuhan jarang terjadi di wilayah mereka.
“Kami takut keluar malam sekarang. Mudah-mudahan polisi cepat menangkap pelakunya,” kata Nurhayati (52), salah seorang warga.
Polisi Intensif Selidiki Kasus
Polisi telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk warga yang terakhir kali melihat korban masih hidup. Selain itu, beberapa barang bukti ditemukan di sekitar TKP, yang diduga kuat dapat mengarah pada identifikasi pelaku.
“Tim sudah bergerak untuk mengungkap kasus ini. Kami imbau masyarakat tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada kepolisian,” tegas Kapolsek.
Penanganan Lebih Lanjut
Jasad korban saat ini telah dibawa ke RSUD Kapuas untuk dilakukan autopsi. Hasil pemeriksaan medis nantinya akan menjadi kunci dalam mengungkap penyebab pasti kematian.
Polisi berjanji akan mengusut tuntas kasus ini demi memberikan rasa aman kepada masyarakat Rantau Pulut.















