Inews Kuala Pembuang – PT Pertamina (Persero) mengumumkan keberhasilan besar dalam eksplorasi migas tahun 2025, setelah menemukan potensi cadangan minyak dan gas (BOE) sebesar 724 juta barel di Wilayah Kerja (WK) Rokan, Riau. Temuan ini merupakan salah satu penemuan migas terbesar yang dicatat Pertamina dalam kurun satu dekade terakhir.
Temuan di Struktur Tunggal, Potensi Belum Maksimal
Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, menyatakan bahwa temuan tersebut berasal dari satu struktur geologi saja, yang memberi indikasi masih ada potensi tambahan dari wilayah tak konvensional lainnya
Menurutnya, potensi migas non-konvensional (unconventional) di Indonesia diperkirakan jauh lebih besar, dan temuan 724 juta barel ini bisa menjadi salah satu pilar utama cadangan jangka panjang Pertamina.
Sambutan Positif dari Pemerintah Daerah
Gubernur Riau, Abdul Wahid, menyambut baik penemuan tersebut. Ia berharap temuan ini tidak hanya menjadi “berkah energi”, tetapi juga membawa dampak ekonomi positif bagi masyarakat Riau.
Wahid juga menyoroti sifat unconvensional dari cadangan tersebut. Ia menyebut eksplorasi migas semacam ini penting untuk menjawab penurunan produksi dari lapangan migas yang lebih konvensional.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4510100/original/023005100_1689942474-Pertamina_Tajak_Perdana_Blok_Rokan__Sejarah_Baru_Eksplorasi_di_Indonesia-1.jpeg)
baca juga: Prabowo-Bloomberg diskusikan pendidikan hingga sanitasi Indonesia
Implikasi untuk Ketahanan Energi Nasional
Dengan penemuan ini, Pertamina mendapat dorongan kuat untuk memperkuat kapasitas produksi nasional. Cadangan baru dapat membantu mengurangi defisit impor migas sekaligus mendukung target energi jangka menengah dan panjang.
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menyatakan bahwa penemuan ini selaras dengan strategi hulu perusahaan yang fokus menjajaki lebih dalam teknologi eksplorasi tak konvensional.
Sinergi Energi Bersih dan Migas
Selain eksplorasi hulu, Pertamina juga terus mengembangkan proyek energi hijau. Di antaranya, pembuatan sustainable aviation fuel (SAF), pembangunan pilot plant hidrogen, dan revitalisasi tangki penyimpanan BBM.
Oki Muraza menegaskan bahwa temuan migas ini akan digunakan secara strategis sambil mengembangkan ekosistem energi terbarukan, agar portofolio energi Pertamina semakin berimbang.
Tantangan dan Peluang Ke Depan
Meski potensi besar, eksploitasi migas non-konvensional menghadapi tantangan teknis dan biaya yang cukup tinggi. Pertamina perlu melakukan kajian mendalam untuk menentukan metode pengeboran dan produksi yang efisien.
Di sisi lain, temuan ini bisa menjadi terobosan penting untuk memperpanjang umur lapangan WK Rokan dan menjaga stabilitas pasokan energi nasional.















