Inews Kuala Pembuang — Presiden Prabowo Subianto menyerukan kepada negara-negara anggota Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) untuk memperkuat kerja sama dalam bidang teknologi dan pendidikan, demi mendorong percepatan pembangunan inklusif di kawasan Asia-Pasifik. Ajakan tersebut disampaikan dalam pidatonya di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC 2025, yang digelar di Lima, Peru, Jumat (31/10/2025) waktu setempat.
Dalam forum yang dihadiri oleh 21 pemimpin ekonomi anggota APEC, Prabowo menegaskan bahwa dunia tengah berada dalam fase transformasi besar yang didorong oleh kemajuan teknologi, digitalisasi, dan inovasi sains. Indonesia, kata dia, tidak ingin tertinggal dalam perubahan global tersebut.
“Indonesia memiliki sumber daya manusia yang luar biasa, namun untuk memaksimalkan potensinya, kami perlu dukungan nyata dari negara-negara APEC dalam transfer teknologi, riset, dan pengembangan pendidikan berkualitas,” ujar Prabowo di hadapan para pemimpin APEC.
Fokus pada Inovasi dan SDM
Presiden Prabowo menyoroti pentingnya investasi di sektor pendidikan, terutama pendidikan vokasi dan teknologi digital. Ia menilai, pembangunan ekonomi masa depan tidak lagi hanya bergantung pada sumber daya alam, melainkan pada penguasaan ilmu pengetahuan dan kemampuan berinovasi.
“Kita perlu menyiapkan generasi muda agar mampu bersaing di era kecerdasan buatan, bioteknologi, dan energi terbarukan. Kolaborasi APEC sangat dibutuhkan untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia di negara berkembang,” katanya.
Prabowo juga mendorong peningkatan kolaborasi riset lintas negara dan pertukaran pelajar antaranggota APEC. Menurutnya, kerja sama pendidikan tinggi menjadi kunci membangun masyarakat yang tangguh dan produktif.
Komitmen Indonesia pada Transformasi Digital
Dalam kesempatan yang sama, Presiden menegaskan komitmen Indonesia untuk terus mempercepat transformasi digital nasional. Ia menyebutkan, pemerintah telah meluncurkan sejumlah program strategis seperti 1000 Startup Digital, penguatan ekosistem industri 4.0, dan pembangunan pusat riset nasional untuk mendukung inovasi teknologi lokal.
“Kami tidak ingin hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga produsen pengetahuan. Indonesia siap bekerja sama dengan mitra APEC dalam menciptakan ekosistem digital yang inklusif dan berkeadilan,” ungkap Prabowo.
Pemerintah Indonesia juga tengah memprioritaskan pembangunan pendidikan di daerah tertinggal dan memperluas akses ke pelatihan digital untuk pelajar dan tenaga kerja muda. Langkah ini sejalan dengan target Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi sebelum tahun 2045.

Baca juga: Polda Metro Jaya benarkan penangkapan Onad terkait narkoba
APEC Dukung Agenda Pembangunan Inklusif
Beberapa pemimpin APEC menyambut baik gagasan Prabowo, termasuk Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida dan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol, yang menyatakan kesiapan mereka untuk memperkuat kerja sama dalam bidang pendidikan teknis dan riset inovatif dengan Indonesia.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Sekretariat APEC, Rebecca Sta Maria, menilai inisiatif Indonesia tersebut sejalan dengan visi APEC 2040 yang menekankan kerja sama dalam inovasi, inklusi, dan keberlanjutan.
“Pernyataan Presiden Prabowo sangat relevan. Peningkatan kapasitas teknologi dan pendidikan di negara-negara berkembang akan memperkuat daya saing kawasan secara keseluruhan,” kata Rebecca.
Harapan Indonesia untuk APEC
Menutup pidatonya, Prabowo menekankan bahwa APEC bukan hanya forum ekonomi, tetapi wadah solidaritas untuk membangun masa depan bersama. Ia berharap, melalui kolaborasi yang konkret, kawasan Asia-Pasifik dapat menjadi contoh kemajuan berbasis keadilan sosial dan pengetahuan.
“Kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan kemajuan teknologi dan pendidikan tidak meninggalkan satu pun negara di belakang,” ujar Prabowo menegaskan.
Dengan ajakan tersebut, Indonesia menegaskan perannya sebagai mitra strategis APEC yang berkomitmen pada penguatan sumber daya manusia dan inovasi teknologi untuk kesejahteraan bersama.















