Kuala Pembuang – Suasana berbeda tampak di halaman Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (1/9). Ratusan warga asal Kabupaten Pati, Jawa Tengah, yang tiba di lokasi langsung melantunkan selawat bersama dengan penuh kekhusyukan.
Kehadiran Warga Tarik Perhatian Publik
Kedatangan rombongan warga Pati tersebut sontak menjadi pusat perhatian masyarakat sekitar dan awak media. Mereka kompak mengenakan pakaian bernuansa putih dan batik khas daerah, serta membawa spanduk bertuliskan doa dan harapan agar proses hukum berjalan adil dan transparan.
Menurut pantauan di lapangan, selawat yang dilantunkan berlangsung lebih dari 20 menit. Suasana hening seketika berubah religius, dengan gema doa terdengar hingga ke dalam area lobi Gedung KPK.
Dukungan Moral dan Spiritual
Koordinator rombongan, H. Mustofa, menjelaskan bahwa kehadiran mereka bukan untuk melakukan aksi protes, melainkan bentuk dukungan moral dan spiritual terhadap proses hukum yang tengah berlangsung.
“Kami datang dengan damai, hanya ingin mendoakan agar semua berjalan lancar. Selawat adalah wujud doa kami, agar kebenaran selalu ditegakkan,” ujarnya.

Baca juga: Prabowo dan Parpol Sepakat Hapus Tunjangan DPR Serta Moratorium Kunker
Aparat Beri Pengawalan Ketat
Aparat kepolisian yang berjaga di sekitar Gedung Merah Putih KPK tetap melakukan pengamanan ketat. Namun, suasana terpantau kondusif. Tidak ada orasi keras atau gesekan. Justru, lantunan selawat membuat kegiatan berlangsung penuh keteduhan.
Seorang petugas keamanan menyebut, aksi damai seperti ini sangat jarang terjadi di lingkungan KPK. “Biasanya kedatangan massa disertai tuntutan, tapi kali ini berbeda. Mereka datang dengan cara religius,” katanya.
Pesan Perdamaian dari Pati
Warga yang datang berharap aksi selawatan ini menjadi contoh bahwa menyampaikan aspirasi bisa dilakukan dengan cara damai dan menyejukkan. Selain itu, mereka juga menginginkan agar masyarakat Indonesia tetap menjaga persatuan meski menghadapi dinamika politik dan hukum.
“Kami ingin menunjukkan, bahwa masyarakat Pati cinta damai. Semua urusan hukum kami serahkan pada KPK. Tugas kami hanya berdoa,” ucap salah satu warga perempuan yang ikut dalam rombongan.
Kegiatan Berakhir Tertib
Setelah sekitar satu jam berada di lokasi, rombongan warga perlahan membubarkan diri dengan tertib. Mereka meninggalkan Gedung KPK sambil bersalaman dengan aparat dan warga lain yang menyaksikan.
Aksi ini meninggalkan kesan positif, bahwa ekspresi keagamaan bisa menjadi medium damai dalam ruang publik, bahkan di tengah isu hukum yang tengah bergulir.















