Inews Kuala Pembuang – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tiba di Ottawa, Kanada, pada Jumat (13/9/2025) untuk melanjutkan rangkaian kunjungan kenegaraannya di kawasan Amerika Utara. Salah satu agenda utama kunjungan ini adalah penandatanganan Indonesia–Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), sebuah perjanjian kerja sama ekonomi komprehensif yang telah lama dinegosiasikan kedua negara.
Sambutan Hangat di Bandara Ottawa
Setibanya di Bandara Internasional Ottawa, Presiden Prabowo dan rombongan disambut langsung oleh pejabat tinggi Kanada, termasuk Menteri Perdagangan Internasional Mary Ng serta Duta Besar Indonesia untuk Kanada, Daniel Tumpal Simanjuntak. Upacara penyambutan dilakukan dengan penuh kehormatan, menandai pentingnya kunjungan ini bagi hubungan bilateral kedua negara.
CEPA, Babak Baru Hubungan Ekonomi
Perjanjian CEPA Indonesia–Kanada dinilai sebagai tonggak penting dalam memperkuat hubungan perdagangan dan investasi. CEPA ini mencakup kerja sama di berbagai sektor, mulai dari perdagangan barang dan jasa, investasi, energi bersih, pendidikan, hingga pertanian berkelanjutan.
“Dengan CEPA, kita membuka jalan baru bagi peningkatan perdagangan, transfer teknologi, serta peluang lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia. Kanada adalah mitra strategis yang memiliki potensi besar,” ujar Presiden Prabowo saat memberikan keterangan singkat di Ottawa.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5360801/original/040919900_1758762591-eeb71f86-d8e3-4a12-b463-dd2f7431285a.jpg)
Baca juga: Kronologi Penemuan Korban Dugaan Pembunuhan di Rantau Pulut
Peluang untuk UMKM dan Investasi Hijau
Dalam perjanjian ini, Indonesia akan memperoleh akses pasar yang lebih luas untuk produk-produk unggulannya, termasuk kelapa sawit berkelanjutan, karet, kopi, tekstil, dan produk perikanan. Sementara itu, Kanada diperkirakan akan meningkatkan investasinya di bidang energi terbarukan, teknologi digital, dan sektor pendidikan.
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, yang turut mendampingi Presiden, menegaskan bahwa CEPA ini tidak hanya bermanfaat bagi pelaku usaha besar, tetapi juga membuka peluang besar bagi UMKM Indonesia untuk masuk pasar Kanada yang memiliki daya beli tinggi.
“Ini momentum bagi UMKM kita untuk naik kelas dan menembus pasar global,” ucap Zulkifli.
Penguatan Hubungan Diplomatik
Selain penandatanganan CEPA, Presiden Prabowo juga dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau di Gedung Parlemen Ottawa. Keduanya akan membahas kerja sama strategis di bidang pertahanan, ketahanan pangan, hingga perubahan iklim.
“Indonesia dan Kanada berbagi nilai demokrasi dan kepedulian terhadap lingkungan. Kerja sama ini akan semakin mempererat hubungan diplomatik yang sudah terjalin selama lebih dari 70 tahun,” kata Duta Besar Daniel Tumpal Simanjuntak.
Harapan Jangka Panjang
CEPA Indonesia–Kanada diproyeksikan mampu meningkatkan volume perdagangan bilateral hingga dua kali lipat dalam lima tahun mendatang. Pada 2024, nilai perdagangan kedua negara tercatat mencapai sekitar USD 5,7 miliar. Dengan adanya perjanjian ini, angka tersebut diharapkan menembus USD 10 miliar pada 2030.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa kerja sama internasional seperti ini sejalan dengan visi pemerintahannya dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara maju dan sejahtera. “Kita harus membuka diri, menjalin kemitraan strategis, dan memastikan kepentingan nasional tetap menjadi prioritas,” tegasnya.















