Inews Kuala Pembuang – Kabar membanggakan datang dari ajang Islamic Solidarity Games (ISG) 2025 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, di mana tim renang Indonesia berhasil meraih medali perak dalam nomor estafet 4×100 meter gaya bebas putra. Prestasi ini menjadi salah satu torehan penting bagi kontingen Merah Putih di ajang olahraga negara-negara Islam tersebut.
Tim Indonesia yang diperkuat oleh Aflah Fadlan Prawira, I Gede Siman Sudartawa, Glenn Victor Sutanto, dan Ressa Kania Dewi tampil luar biasa sejak babak penyisihan hingga partai final. Mereka bersaing ketat dengan tim kuat dari Turki dan tuan rumah Malaysia.
Persaingan Sengit di Lintasan Air
Pertandingan final yang berlangsung di National Aquatic Centre Bukit Jalil, Rabu (15/10), berlangsung sengit sejak start awal. Tim Indonesia sempat memimpin di dua leg pertama, namun pada leg ketiga tim Turki berhasil menyalip dengan selisih waktu sangat tipis.
Meski demikian, pada leg terakhir Ressa Kania Dewi yang turun sebagai penutup berhasil menjaga tempo kecepatan dan menahan kejaran tim Malaysia, memastikan Indonesia finis di posisi kedua dengan catatan waktu 3 menit 21,67 detik.
Turki keluar sebagai juara dengan waktu 3 menit 20,89 detik, sementara Malaysia harus puas di posisi ketiga dengan 3 menit 23,15 detik.
Bukti Kemajuan Renang Nasional
Pelatih kepala tim renang Indonesia, Albert Sutanto, mengaku bangga atas kerja keras para atlet yang mampu tampil konsisten dan mempersembahkan medali di ajang internasional bergengsi ini.
“Anak-anak tampil sangat luar biasa. Mereka mampu menjaga fokus dan semangat juang tinggi. Ini bukti bahwa renang Indonesia semakin kompetitif di level internasional,” ujar Albert usai pertandingan.
Ia menambahkan, hasil ini akan menjadi motivasi bagi tim untuk tampil lebih baik di nomor-nomor lainnya serta dalam persiapan menuju SEA Games 2027 dan Asian Games 2026.

Baca juga: Bom rakitan di SMAN 72 diduga dibawa oleh siswa yang kerap di “bullly”
Dukungan dan Apresiasi dari Pemerintah
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo turut memberikan apresiasi atas prestasi tim renang Indonesia. Ia menilai hasil ini sebagai bukti nyata pembinaan olahraga yang berjalan baik di tanah air.
“Prestasi ini membanggakan dan menjadi bukti bahwa kerja keras, dukungan pelatih, serta sistem pembinaan yang kuat dapat menghasilkan atlet-atlet berprestasi. Pemerintah akan terus memperkuat dukungan, terutama untuk cabang olahraga yang potensial meraih medali di level dunia,” kata Menpora dalam keterangan tertulisnya.
Dito juga menyampaikan harapan agar para atlet tetap menjaga semangat dan fokus dalam menghadapi pertandingan berikutnya di ajang ISG 2025.
Semangat Tinggi untuk Pertandingan Berikutnya
Selain nomor estafet, Indonesia masih memiliki peluang besar untuk menambah medali di beberapa nomor individu, termasuk 100 meter gaya punggung dan 200 meter gaya bebas yang akan digelar dalam beberapa hari mendatang.
Kapten tim, Aflah Fadlan Prawira, mengungkapkan rasa syukurnya atas hasil ini dan berjanji akan terus memberikan yang terbaik untuk Merah Putih.
“Medali perak ini hasil kerja keras seluruh tim. Kami akan terus berjuang untuk mempersembahkan emas bagi Indonesia,” ujarnya dengan semangat.
Dengan capaian ini, tim renang Indonesia menambah koleksi medali kontingen Merah Putih di Islamic Solidarity Games 2025, sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan olahraga air di kawasan Asia.















